PICTURE

PICTURE
Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan

Muslimah Berdakwah

Allah azza wajalla menciptakan hambaNya, semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan Manusia melaikan untuk beribadah kepadaku”. [Adz Dzariyat [51] : 56].

Pemuda Dan Semangat Perubahan

Hampir 1 abad silam, tepatnya tanggal 28 Oktober 1928 Sumpah Pemuda menggelora membangkitkan semangat persatuan. Sebuah pergerakan  yang lahir karena adanya persamaan nasib dan perjuangan di semua kalangan saat itu. Merasakan pahitnya penjajahan, penyiksaan dan penindasan jiwa dan raga. Ketika Soekarno presiden pertama di kala itu mengatakan dengan lantang, "beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan guncangkan dunia". Sama halnya ketika era reformasi bermuara pada runtuhnya rezim soeharto, dan itu karena peran pemuda. Maka pantaslah kemerdekaan serta merta terwujud  juga karena gelora pemuda Indonesia.

Menyusuri sejarah kegemilangan pemuda Indonesia tak kalah dengan mempelajari  kemilau tinta emas perjuangan pemuda Islam. Di dalam Al Qur’an telah digambarkan, bagaimana sosok pemuda islam ideal, dialah seorang yang tidak berputus-asa, pantang mundur sebelum cita-citanya tercapai. Seperti digambarkan pada pribadi pemuda (Nabi) Musa. “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan ber¬jalan (terus sampai) bertahun-tahun” (QS. Al-Kahfi,18 : 60). Juga pemuda yang berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak. Seperti kisah pemuda (Nabi) Ibrahim. “Mereka berkata: ‘Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? sungguh dia termasuk orang yang zalim, Mereka (yang lain) berkata: ‘Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala) ini, namanya Ibrahim.” (QS.Al¬-Anbiya, 21:59-60). Secara fitrah inilah pemuda, manusia berkarakter khas yang berbeda dengan golongan lainnya.

Menulis Menulis Menulis

Sering kita mendapatkan seseorang mengatakan "saya tidak tahu menulis", padahal sebagai seorang pelajar/mahasiswa/aktivis, aktivitas menulis sudah seharusnya menjadi sebuah kebiasaan bahkan makanan sehari-hari. Saya mengawalli dengan kata "saya bisa menulis dan memiliki bangak ide", mari pacu kreatifitas menulis kita karena seyogyanya manusia telah diberikan nikmat untuk menulis. Berikut 4 kiat untuk menumbuhkan kreativitas dalam menulis. Kreativitas adalah sebuah proses untuk bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas, setidaknya menurut kita sendiri terlebih dahulu. Dan proses berarti membutuhkan waktu. :D 

Coretan Menulis

Berfikirlah dengan otak kanan, saya bisa menulis kreatif. Mulailah dengan beberapa tips dibawah ini :


Pertama baca referensi untuk hal yang akan kamu tulis. Semakin banyak referensi, semakin berkualitas pula tulisanmu.

Lalu, cari beberapa style tulisan yang kamu anggap bagus lalu gabungkan. Buat style mu seunik mungkin namun tetap mudah dipahami *ini contohnya*.

Mulai menulis posting-posting kron yang disertai emoticon atau smiley yang sesuai ;) . Semakin lama, tulisanmu akan semakin panjang. Ketika mencapai panjang maksimum, berpindahlah ke layanan blogging yang sebenarnya *bukan kron lagi*. 

Semoga bermanfaat...
Berkarya Lewat Tulisan ^^

MENIKMATI KESEGARAN IBADAH


 Menelusuri jalan hidup kadang tak ubahnya seperti pengembara yang berjalan di tengah terik. Haus dan melelahkan. Andai ada air segar yang tersaji di tiap persinggahan. Andai tiap orang sadar kalau air segar itu adalah ibadah di tiap persinggahan kesibukan.

Ada yang aneh dari sudut pandang Aisyah radhiallahu'anha terhadap tingkah suaminya, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, Ia terheran ketika mendapati Rasul yang begitu menikmati shalat sunnah hingga kakinya bengkak. Apa beliau tidak merasakan sakit itu?

Aisyah pun mengatakan, “Kenapa kau lakukan itu, ya Rasulullah? Bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang dulu dan akan datang?” Dengan ringan Rasul menjawab, “Tak patutkah aku untuk menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur?"

DAKWAH DENGAN HIKMAH

“ Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl:125)

Di sudut pasar kota Madinah ada seorang pengemis buta yang setiap hari selalu berkata kepada orang yang mendekatinya,” Wahai Saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”. Meskipun demikian, setiap pagi Rasulullah Muhammad Shalallahu’alahi wa Sallam selalu mendatanginya dengan membawakan makanan untuknya, dan tanpa berucap sepatah katapun Rasulullah menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu. Pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya adalah Rasulullah dan tetap saja dia mencaci maki beliau dihadapannya. Rasulullah Shalallahu’alahi wa Sallam melakukan hal tersebut setiap hari sampai beliau wafat. Setelah wafatnya Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan dan menyuapinya disetiap pagi kepada pengemis itu.

Jika ada Kesempatan, Membacalah

Ketika ada kemauan mengejar target sesuatu, kadang terbayang cara-cara yang jelimet. Sulit. Dan akhirnya tidak terjangkau. Begitu pun dalam mengejar ilmu pengetahuan. Yang biasa terbayang adalah kursus, beli referensi, privat, dan bentuk program lain yang enak dilalui tapi sulit ditempuh. Apalagi berhubungan dengan biaya. Padahal, pintu ilmu yang paling dasar adalah membaca. Dan persoalan membaca tidak melulu berhubungan dengan biaya. Memang, buku di Indonesia masih tergolong mahal. Tapi, masih banyak cara agar membaca tidak menyedot isi kantong. Bisa lewat perpustakaan, patungan beli buku bersama teman, diskusi majalah, dan sebagainya.


JIKA masih PUNYA KESEMPATAN,
                                           TUNTUTLAH ILMU !!!

 “Siapa merintis jalan mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (Muslim)

Ada posisi khusus untuk mereka yang berilmu

Ada kemuliaan tersendiri yang Allah berikan buat orang yang berilmu.  Di dunia dan akhirat. Ia bisa lebih mulia dari mereka yang banyak harta dan tinggi jabatan. Bahkan, lebih mulia dari ahli ibadah sekalipun. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. bersabda, “Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang ‘abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang.” (Abu Dawud)

Bahkan, Alquran menjelaskan bahwa orang yang paling takut pada Allah adalah para ulama. Tentunya, mereka yang memahami kebesaran dan kekuasaan Allah subhanahuwata’ala “…Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama…” (Fathir: 28).

Muharram, Awal Tahun Hijriah

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah, Allah subhahuwata'ala masih memberikan nikmat yaitu nikmat sampainya kita di bulan Muharram 1434 H. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabiyullah Muhammad shallallahu'alaihi wasallam beserta keluarga, para sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in. 

Keutamaan Bulan Muharram
 
Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang di sucikan oleh Allah Azza wajalla. Kenapa ? Karena bulan ini adalah salah satu dari bulan Haram, yaitu Muharram-Dzulhijjah-Dzulqa'dah-Rajab. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mensifati dan menisbatkannya kepada Allah dengan menamainya sebagai “syahrullah al muharram” (bulan Allah Al Muharram). Hal ini menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan ini di sisi Allah ta’ala, karena tidaklah Allah  menggandengkan sesuatu dengan nama-Nya kecuali dengan makhluk-Nya yang istimewa.(Lathaiful Ma’arif hal 70, karya Ibnu Rajab Al Hambali).